Semarak Idul Adha 1439H Di SMP Negeri 10 Yogyakarta

IMG_3549Hari Raya Idul Adha merupakan hari raya yang memiliki makna tersendiri bagi seluruh umat Islam di dunia, selain menjalankan ibadah haji ke tanah suci Mekkah, bagi umat Islam yang telah mampu diwajibkan pula untuk melaksanakan pemotongan hewan kurban. Sebuah kegiatan ibadah yang tentunya memiliki sarat makna, terutama menanamkan makna rela berkurban.

Idul Adha adalah hari raya terbesar kedua bagi umat Muslim setelah Idul Fitri. Kendati tak dirayakan sesemarak Idul Fitri, Idul Adha memiliki keunikan tersendiri, khususnya karena pada hari inilah kaum Muslim mengadakan ritual pemotongan hewan kurban.

Jika inti dari Idul Fitri adalah mu’afah atau saling memaafkan yang biasanya dilambangkan dengan jabat tangan atau tukar kunjungan, inti dari Idul Adha adalah udhiyah atau pengurbanan yang biasanya disimbolisasikan dengan menyembelih hewan ternak seperti sapi, kerbau, atau kambing.

Ada dua aspek dari aktivitas pengurbanan yang dilakukan kaum Muslim setiap Idul Adha, yakni pendekatan diri kepada Allah melalui hewan yang dikurbankan (qurban dalam bahasa Arab berarti “dekat”), dan pendistribusian daging kurban kepada sesama Muslim, umumnya fakir-miskin.

Makna utama hari raya Idul Adha adalah adanya kesediaan untuk berkorban sebagaimana ditunjukkan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Tantangan sekarang adalah bagaimana masyarakat bisa saling berbagi dan saling menolong sesama umat manusia dari berbagai suku, agama, dan lain-lain. Sikap empati dan simpati terhadap nasib sesama manusia merupakan inti dari perayaan hari raya Idul Adha.

Di sebagian masyarakat, terutama yang ada di pedesaan, sikap peduli, tolong-menolong, dan gotong royong masih sangat kental dan tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Di sekolahpun penanaman sikap tersebut terus diupayakan dengan implementasi dalam berbagai kegiatan.

Seperti yang dikatakan ibu Kepala Sekolah dalam pembukaan acara Semarak  Idul Adha di SMPN 10 Yogyakarta “Pengorbanan atau jiwa berkorban adalah sesuatu yang tidak sia-sia tapi sesuatu yang sangat bermanfaat untuk menyegarkan kembali semangat kehidupan yang gotong royong, saling menolong, dan saling peduli,” ujarnya. Ibadah kurban mendatangkan dua taqarrub (pendekatan) sekaligus, yakni taqarrub kepada Allah SWT dan kepada manusia. “Ini dua dimensi, yaitu hablum minallah dan hablum minannas yang menjadi ciri utama dari ajaran Islam,” jelasnya. Taqarrub kepada sesama, menghadirkan dorongan keberagamaan yang bukan hanya menjadi kesalehan individual tapi juga kesalehan sosial.

Dan pada hari Kamis, 23 Agustus 2018, SMP Negeri 10 Yogyakarta mengadakan penyembelihan hewan Hewan kurban yaitu berupa 2 ekor lembu. Hewan kurban  ini  didapat dari partisipasi siswa  sebagai bentuk dari latihan kurban dan melalui inisiatif pribadi bapak/ibu guru yang ingin melaksanakan pemotongan hewan qurban di SMPN 10 Yogyakarta.

Penyembelihan hewan kurban dilakukan di halaman depan perpustakaan SMP Negeri 10 Yogyakarta. Seluruh tim penyembelihan bekerja masing-masing sesuai dengan kemampuannya, serta dibantu oleh anggota OSIS untuk membantu kegiatan penyembelihan supaya proses bisa berjalan dengan lancar. Ada yang menyembelih, ada yang mengkuliti dan ada pula yang memotong daging ataupun tulang menjadi kecil-kecil. Setelah hampir 3 jam kegiatan berlangsung, daging-daging berpotongan sudah siap dibagikan kepada seluruh siswa untuk dimasak dan didistribusikan kepada warga masyarakat sekitar lingkungan sekolah yang berhak untuk menerima dan  sudah mendapatkan kupon sebelumnya.

Rangkaian dari peringatan Idul Adha 1439 H di SMPN 10 Yogyakarta selain pemotongan hewan qurban juga mengadakan lomba takbir keliling yang diikuti oleh siswa-siswi kelas 7, 8,dan 9. Kegiatan takbir keliling sangat meriah dimana para siswa sangat antusias dalam memeriahkan kegiatan tersebut.

IMG_3567 IMG_3556

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>